Milenial Kapur IX, Berjuang Menangkan Darman Sahladi-Maskar di Kampung Halaman

Salam | Sahladi – Maskar | Nomor Urut 2

Limapuluh kota– Menjadikan putra asli daerah sebagai Bupati Limapuluh Kota, terus bergema di Kecamatan Kapur IX. Sudah 30 tahun menunggu, sekaranglah momentum yang pas mewujudkan kembali putra asli dari timur Limapuluh Kota itu menjadi pemimpin daerah kedepan.

Begitulah ungkapan dari pemuda-pemudi Kecamatan Kapur IX yang tergabung dalam komunitas Milenial Kapur IX baru-baru ini. “Ini soal marwah kami warga Kapur IX. Saatnya putra asli daerah untuk memimpin Limapuluh Kota,” tegas Yefrando Ketua Milenial Kapur IX saat menggelar pertemuan dengan calon Bupati Darman Sahladi bersama puluhan pemuda pemudi disana.

Dihadapan Darman Sahladi, Ketua Milenial Kapur IX itu mengungkapkan, masyarakat disana sudah rindu adanya putra daerah sebagai Bupati Limapuluh Kota seperti masa 30 tahun lalu. “Pak Darman Sahladi, layak untuk memimpin Limapuluh Kota. Selama ini, beliau tidak hanya berbuat untuk Kapur IX saja tetapi sudah berbuat banyak untuk Limapuluh Kota,” terangnya.

Karena itu, tak ada alasan lain untuk tidak memenangkan Darman Sahladi, terutama di kampung halaman sendiri. “Kami sadar, sekarang lah momentum yang tepat untuk menjemput lagi sejarah yang sudah lama tertinggal. 30 tahun menunggu, sekarang lah saatnya,” ungkapnya.

Dari hati yang paling dalam, Milenial Kapur IX itu berjuang habis-habisan demi kemajuan kampung halaman, demi kemajuan Limapuluh Kota. “Pilkada 2015 lalu, ada 3 calon bupati dari wilayah timur Pangkalan-Kapur IX. Sekarang cuma hanya seorang saja, yakni Darman Sahladi. Karena itu, jangan sampai kita terpecah belah. Peluang beliau pun sangat besar memenangkan Pilkada Limapuluh Kota,” terangnya lagi.

Sementara itu, calon Bupati Darman Sahladi terharu atas dukungan dari pemuda pemudi Kapur IX. Dihadapan puluhan pemuda, Darman Sahladi menjelaskan kenapa diri maju sebagai Bupati Limapuluh Kota, salah satunya untuk pemerataan pembangunan daerah dan untuk kemajuan Limapuluh Kota. “Sebagai Bupati, memiliki kebijakan lebih besar dalam membangun daerah,” terang Darman Sahladi. (*)

Tinggalkan Balasan